Ads Top

Lebaran
Lebaran identik dengan kumpul-kumpul dengan keluarga , yang dari jawa datang ke Sumatera ,yang Muda datang ke yang lebih tua hanya untuk sekedar bersilaturahmi dan untuk saling menyapa serta berma'af-ma'af an untuk menghapus segala Dosa.

Ada hal  yang saya ingat ketika Lebaran akan tiba , saya yang akan sibuk dengan baju baru saya , sibuk dengan teman-teman sekampung dan mengatur strategy mau pergi kemana dulu kita.

Sehari menjelang Lebaran tiba , mamak telah menabuh genderang perang di dapurnya , mengeksekusi segala strategi yang sudah Matang direncanakan supaya Lontong ,Opor Ayam ,  Rempeyek dan Rendang terhidang di Meja makan tepat di hari H.

Tak ketinggalan dengan Bapak , dia pastikan tembok rumah sudah rata dengan Cat barunya , sudah tidak nampak sarang laba-laba  diatap rumah dan Ruang tamu tertata dengan sempurna.

Saya ,adik perempuan saya serta abang saya akan tetap sibuk dengan Baju baru yang sudah tidak sabar untuk dipakai , menanti Jajan-jajan yang sudah tertata rapi dilemari segera terhidang di meja , dan kamipun tidak sabar mengantar Rantang ke Tetangga ,karena kita bakal dapat duit Raya . Memang duit raya tidaklah seberapa ,tapi maknanya sangat terasa.

6 Tahun sudah saya merantau ke Negeri Tetangga , terhitung sudah 6x Lebaran aku tak bersama Keluarga.

Tidak Pulang Kampung atau sekedar Cuti kerja ?!
Pulanglah ,hanya saja ,sesuai Kontrak Kerja ,Jatah ku untuk pulang kampung adalah diakhir tahun . Sehingga setiap Lebaran tiba ,mestilah hanya lewat Suara tanpa bertatap muka dengan Orang Tua.
"Kulo ngaturakeun sembah Sungkem kalian bapak Lan Ibu ,Menawi di lebur kabehane Dusane Bapak lan ibu kagem Gusti Allah lan Dusa ne anakmu iki nggeh. Sengapurane seng kathah durungsaget Lebaran bareng maneh ,sakjane yo pingin tenan pak /mak " Kurang lebih seperti itulah perkataan atau sekedar Pesan Tulisan yang setiap tahun saya katakan kepada mereka.

Sedih?!
Jelas , siapa orangnya yang tidak sedih , di momen yang hanya bisa kita Nikmati setahun sekali ini ,namun kita tetap belum bisa merayakannya bersama orangtua dikampung.
 " Nduk ,mamak jek mbeuleh Pitek ki loh ndok. Ndang muleh ,mamak masak ke Obor ,panganan senenganmu " Ucap Mamak mengawali pembicaraan kami melalui Telephone.
Ambune tekan kene maaaak...!!!!" Jawabku sambil bercanda  sehingga memecah tawa kami berdua.

"Kae anak e Lek dilham seng soko Singapura yo nembe balek ndok , sampeyan po'o ra pengen Lebaran nang umah ?!"Tanya mamak kepadaku.
Aku tahu ,pertanyaan itu mewakili perasaannya terhadapku.
Dia ingin anaknya berkumpul bersama saudara-saudaranya yang lain saat Lebaran tiba , dia takut anaknya yang sekian lama merantau merasakan kesedihan karena tiada sanak saudara yang merayakan Lebaran bersamanya.
Aku paham akan ke khawatiran mamak ,sangat Faham.
"Jenenge ae perjuangan mak , seng penting mamak ,bapak Waras ,Tini waras ,kabeh waras. Mugo diparingi Umur seng Panjang ,sehat terus , ben dewe iso kumpul bareng ,lebaran nyanding anak putu yo mak"jawabku kepada mamak.

Keadaan menjadi sedikit Sunyi , tidak terdengar suara mamak jauh disana .
Saya tunggi beberapa saat , kemudian saya sayup terdengar Suara isak tangis mamak , dan alhasil sayapun ketularan.
Saya ingin menangis sekencang-kencangnya , oooh ....tapi Tidak.
Saya tidak ingin menunjukan Kesedihanku pada mereka,walau sedikitpun.
Ambil Nafas dalam-dalaaaaaaaam, Keluaaaaarkaaaaaaan
"fuuuuuuuuuh" Rasanya sedikit Rileks ,dan saya mulai bisa mengontrol emosi saya .
"Opo sih mak, Puoso kok Nanges, Batal kui" Kata ku kepada mamak.
Dan mamak hanya tertawa kecil sambil berkata " Lha yo wong sedih kok ".

"Ndang Balek yo nduk ,ndang Rabi. mamak karo Bapak wes tuwek ,mamak karo bapak pengen anak e mamak seng Pinter dewe iki Nyanding Bojo , mamak yo pengen nggendong Cucu soko kowe nduk" Satu pesan mamak yang selalu terngiang di ingatan,dan pesan itu selalu di ucapkan  hampir setiap aku telfon mereka.

Beginilah Lebaran Ala TKI , sebahagianya kami disini ,tetap Lebaran Dikampung Halaman yang dinanti.
#BloggerTKI
#TKIkreatif

No comments:

Powered by Blogger.